arsitektur mediterania
30
Mar

Mengenal Arsitektur Mediteranian

Sebagian mungkin masih belum memamahami apa itu Arsitektur. Kami sajikan pengertian dan pengenalan singkat mengenai arsitektur.

Arsitektur atau ilmu bangunan adalah seni yang dilakukan oleh setiap individu untuk mengimajinasikan diri dan ilmu mereka dalam merancang bangunan.

Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain interior dan desain produk. Arsitektur juga merujuk pada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Dari pengertian tersebut mari berkenalan dengan salah satu gaya arsitektur yang banyak digunakan.

Arsitektur Mediteranian

Gaya arsitektur mediteranian diinspirasi dari bangunan yang ada di Italia dan Spanyol. Gaya arsitektur mediteranian memiliki ornament yang lebih sederhana, memberikan kesan yang mengutamakan kenyamanan. Pada akhir tahun 90-an gaya arsitektur ini mulai banyak diterapkan pada disain rumah-rumah di Indonesia.

Ekseterior pada bangunan bergaya arsitektur mediteranian umunya dinamis. Tata letak masa bangunan yang menyebar pada rumah dengan lahan yang luas, meskipun ada juga rumah bergaya mediteranian dengan komposisi bentuk yang kompak, untuk rumah pada lahan yang lebih terbatas. Balkon-balkon yang menonjol keluar fasad/muka bangunan tanpa atap dan railing balkon, dan jendela memiliki ukuran lebih kecil dan sedikit, juga merupakan ciri khas arsitektur mediteranian.

Interior berdimensi lebih fungsional, bagian langit-langit umumnya langsung mengekspos struktur atap dan tidak terlalu tinggi. Untuk bangunan bertingkat langit-langit memperlihatkan langsung struktur lantai. Tapi di Indonesia umumnya masih menggunakan plafond, baik pada bangunan satu lantai maupun rumah bertingkat. Hal ini dkarenakan presepsi sebagian besar orang Indonesia yang menganggap sebuah rumah  belum lengkap jika tidak memiliki plafond.

Ruangan pada rumah bergaya arsitektur mediteranian juga memiliki ukuran luas yang lebih efisien, tidak berlebihan besarnya seperti bangunan klasik.

Namun tata letak ruangan masih tetap terpisah-pisah menggunakan pemisah masif seperti dinding. Gaya bangunan dengan konsep mediterania ini mengacu pada konsep bangunan kerajaan eropa di tahun 80’an.

Ciri-ciri bangunannya bisa dilihat dari adanya pilar-pilar besar dan adanya lengkungan serta ornamen-ornamen hiasan pada dinding. Tidak hanya itu, semangat konsep mediterania adalah berusaha dekat dengan nuansa alam, sehingga bahan bangunannya pun banyak menggunakan bahan alami seperti tanah liat dan batuan alam.

Konsep mediterania ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menonjolkan sisi kemewahan bangunan. Sangat terlihat bagaimana desain mediterania terdapat pintu dan jendela yang besar.

Tidak hanya ukuran, aspek warna juga mempengaruhi kesan mewah pada konsep bangunan ini. Penggunaan warna yang sering dipilih adalah warna coklat, merah bata, kuning tanah.

Sehingga betul-betul menggambarkan desain bangunan kerajaan yang terkesan mewah.

Bahan bangunan pada gaya arsitektur mediternian umumnya menggunakan bahan bangunan yang natural, seperti kayu dengan finishing mate/dof, besi tempa/wrough iron, penutup lantai keramik berjenis rustic dengan nat yeng lebar (+/- 4-7 mm) batu alam berwarna muda (cream, beige) meskipun banyak juga yang menggunakan cat sebagai finishing eksterior terutama interior.

Ciri umum rumah dengan gaya arsitektur mediteranean antara lain:

  • Sudut kemiringan atap yang landai
  • Mengggunanakan atap genteng tanah natura (merah)
  • Stucco siding
  • Bagian atas pintu, jendela, teras berbentuk busur
  • Pintu panel kayu yang kokoh dan solid
  • Railing besi tempa
  • Lantai rustik