gaya desain interior scandinavian
03
Feb

Karakteristik Gaya Desain Interior Scandinavian

Merasa tenang dengan suasana ruangan scandinavian? Hal itu wajar mengingat nuansa ruangan scandinavian selalu memberikan kenyamanan pada penghuni di dalamnya.

Scandinavian adalah sebutan untuk kumpulan negara di Eropa bagian utara yang mencakup Denmark, Norwegia, dan Swedia. Secara filosofis, ketiganya berangkat dari budaya, sejarah, dan bahasa yang kurang lebih sama.

Kami akan merangkum karakteristik desain scandinavian tersebut agar anda mudah dalam menerapkan gaya tersebut.

1. Aksen yang Sederhana

Ciri-ciri desain interior scandinavian adalah tidak banyak guratan, aksesoris tambahan yang terlalu mencolok, aksen yang sederhana.

Tidak banyak motif, itulah mengapa nuansa scandinavian dapat menimbulkan kesan yang tenang. Mulai dari struktur bangunan, tiang, hingga aksesoris, lebih banyak memainkan garis lurus serta tanpa guratan tambahan. Sehingga kesan minimalis dapat dicapai.

2. Pencahayaan

Karakteristik gaya desain interior adalah memanfaatkan cahaya alami.

Salah satu kunci gaya desain interior scandinavian adalah pemanfaatan cahaya. Scandinavian lebih memanfaatkan cahaya alami.

Untuk itulah beberapa desainer biasanya lebih sering memasang kaca pada dinding hingga atapnya. Sehingga cahaya dari luar dapat masuk dan menyatu dengan ornamen di dalam ruangan yang juga banyak terinspirasi dari alam.

3. Warna yang Natural

Karakter lain yang terasa dari gaya desain interior scandinavian adalah pemilihan warnanya yang cenderung putih, hingga abu-abu terang. Paling maksimal, dapat juga digunakan perpaduan warna-warna terang seperti biru laut yang lebih muda, hijau muda, hingga pink muda.

Tingkat saturasinya yang sedang dan juga warna yang tidak mencolok. Kebanyakan, warna diambil dari warna alam di sekitar agar ketika cahaya masuk, ruangan scandinavian dapat menciptakan suasana “ringan” dan nyaman.

4. Bentuk yang Tidak Kaku

Gaya desain scandinavian cenderung tidak kaku. Ada aspek “kelenturan” pada setiap ornamennya.

Misalnya saja pada kaki kursi yang dibuat agak diagonal, sudut tempat tidur yang tidak terlalu menyiku, atau dalam hal ini lekukan yang tidak terlalu tajam.

Membuat tampilan scandinavian tidak terlalu “bold” atau dalam ini tajam. Karakter inilah yang menambahkan kesan lembut pada desain scandinavian.

5. Kayu

Scandinavian membawa kesan alam ke dalam ruangan. Salah satunya unsur kayu di dalamnya. Sehingga, gaya desain interior scandinavian hampir memanfaatkan kayu sebagai ornamen utama. Baik itu tekstur, maupun warna turunannya.

Unsur kayu menjadi penting dalam scandinavian sehingga membuatnya terkesan berinteraksi dengan alam.

Itulah tadi beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk mempercantik ruangan rumah atau kantor anda. Konsultasikan juga dengan desainer yang sudah profesional agar ruangan yang anda impikan menjadi kenyataan dan ekpektasi anda terpenuhi.

Anda bisa memilih kontraktor profesional hanya di DBC Desain Interior Dan juga Jasa Tukang. Dengan track record yang baik dan tenaga profesional menjadikan memilih kami adalah pilihan yang baik dan tepat.