desain rumah rustic
20
Apr

Mengenal Gaya Desain Interior Rustic

Pengertian Gaya Rustic

Secara harfiah, Rustic diartikan sebagai sesuatu yang simpel, tak berseni dan kasar. Rustic dalam bahasa Indonesia berarti ‘berkarat’ atau tua, dan memiliki tekstur yang kasar dan tidak difinish-ing dengan baik. Gaya rustic bisa diartikan sebagai gaya dalam desain arsitektur dan interior yang menitikberatkan pada kesan alami, dari material yang tidak difinish-ing atau dihaluskan, misalnya kayu, batu, logam, dan sebagainya. Gaya ini merupakan perpaduan dari hal-hal baku pada penataan interior. Tidak hanya di rumah bergaya Country, gaya Rustic juga dapat dipadupadankan dengan gaya modern.

Furniture Pada Desain Interior Rustic

Furniture merupakan suatu elemen portable penunjang aktivitas yang terjadi pada suatu ruangan. Pada konsep rustic, furniture yang digunakan adalah berbahan alami, tidak difinishing, kadang berkarat dan menunjukan kesan pedesaan. Warna furniture biasanya coklat, cream, dan whitewash yang cenderung menyerupai warna kayu., dan membawa kesan hangat santai dan sederhana.

Penggabungan Rustic dan Modern

Desain interior rustic memiliki esensi berupa desain yang memberikan  kesan alami bagi pengguna ruang, dan memberi ilusi memori yang menggambarkan suasana pedesaan yang disebabkan oleh suasana ruang dan material penyusun elemen ruang yang alami, berkarat, memiliki dimensi yang besar, bahkan tidak difinishing sehingga menimbulkan sisi vernakular.

Sedangkan gaya modern adalah suatu konsep ruang yang simple, elegan,  dan penuh warna. Untuk mengawinkan keduanya, terdapat beberapa tips. Seperti dalam pemilihan bahan kita menggabungkan logwood, batu alam, dll dengan bahan pabrikan seperti besi, baja, kaca, logam.

Pada gaya rustic, material penyusun sering kali tidak di finishing. Untuk menggabungkannya dengan gaya modern, kita bias tidak memfinishingnya, namun merapikannya menjadi elemen yang elegan.

Contoh logwood pada rustic biasanya di susun begitu saja demi menciptakan kesan pedesaan yang kental. Kita dapat membentuknya menjadi suatu geometri yang  simetris seperti bentuk balok solid, lalu polish sehingga serat tetap terlihat namun kayu menjadi mengkilat seperti hasil pabrikan.

Bila ingin mendesain rumah baru dengan gaya ‘tua’ ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pilih material bertekstur kuat dan tidak dilapisi cat atau acian. Obyek material yang terkesan tua seperti kayu lawas dengan tekstur yang masih bagus, bisa digunakan sebagai aksen bila diaplikasikan pada dinding.

Sedangkan material yang sederhana dan dibanderol murah seperti bata ekspos, kayu bekas, dan kayu kelapa, bisa dikombinasikan dengan bahan buatan pabrikan. Contohnya seperti engsel pintu logam, kaca, baja, demi menghadirkan gaya rustic-modern yang memukau.

Menciptakan gaya interior rustic pada rumah akan memunculkan kesan hangat dan nyaman. Gaya yang dekat dengan alam ini pun akan membuat rumah lebih sejuk dan serasa berada di pedesaan.