finishing furniture
01
Dec

Jenis-jenis Finishing Pada Furniture Yang Banyak di Aplikasikan dan Harus Anda Ketahui

Setelah suatu barang dibuat tentunya memerlukan sentuhan akhir atau finishing, begitupun dengan furniture… setiap furniture pasti ada sentuhan akhir atau finishingnya. Ada bermacam-macam jenis finishing pada furniture yang mungkin membuat anda bingung ketika akan memilih finishing jenis apa untuk furniture yang ingin anda pesan atau beli.

Pada artikel kali ini kami akan membahas apa yang dimaksud finising pada furniture itu, dan apa saja jenis-jenis finising untuk furniture ini.

Finishing pada furniture adalah sebuah proses akhir dimana setiap furniture yang dibuat pasti akan berakhir ke tahap ini dengan tujuan untuk membuat furniture menjadi lebih menarik, awet, dan bahkan sesuai dengan desain interior yang sudah anda rencanakan, beberapa jenis finishing furniture yang mungkin sudah anda sering dengar sebelumnya diantaranya adalah Melamine, duco ataupun laminate menggunakan HPL (High Pressure Laminates). Semua mempunyai perbedaan dan karakteristik masing-masing dengan proses yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah beberapa proses finishing yang biasa diaplikasikan pada furniture :

1. Finishing Furniture dengan Cat Duko

Finishing ini biasanya digunakan untuk memberikan kesan elegan atau artistik bagi sebuah furniture. Tak jarang banyak yang menggunakan ini untuk berbagai furniture seperti meja kayu, lemari kayu atau kursi dan furniture lainnya. Cat Duko juga bisa diaplikasikan pada jendela, kusen, atau pintu agar terlihat menarik dan juga kesan elegan terutama dalam perpaduan warna dengan interior lain seperti dinding. Proses pengerjaan finishing dengan cat duko ini relatif cukup memakan waktu yang cukup lama dalam penyelesaiannya dikarenakan banyak proses yang membutuhkan ketelitian serta kehati-hatian dalam pengerjaannya supaya cat yang diaplikasikan tidak mudah mengelupas nantinya. Untuk harga finishing dengan cat duko bisa dikatakan cukup mahal, karena nantinya hasil dari cat duko menutupi segala kekurangan dan detail lipatan atau lekukan pada kayu dengan mulus dan sempurna seperti halnya proses pengecatan pada kendaraan bermotor seperti mobil. Pengaplikasian finishing furniture ini sering digunakan untuk lemari, pintu, kusen, tempat tidur dan kitchenset.

finishing duko

2. Finishing Furniture dengan HPL (High Pressure Laminates)

Finishing ini tak kalah bagus dengan finishing cat duko, bedanya finishing HPL lebih simple, tersedia banyak motif dan corak HPL aneka ragam di pasaran dan mudah relatif lebih mudah dalam pengerjaannya. Finishing furniture jenis ini untuk harga bisa dikatakan relatif lebih murah dari cat duko. Salah satu kekurangan untuk finishing menggunakan HPL adalah hanya disarankan dilakukan untuk type furniture yang tidak memiliki banyak lekukan dikarenakan bahan HPL yang cenderung mudah patah jika terlalu menekuk. Pengaplikasian finishing furniture ini sering digunakan untuk lemari, meja kerja, kitchenset, lemari kabinet, dll.

finishing hpl

3. Finishing Furniture dengan Vernish

Finishing ini sudah sejak lama ada dan digunakan untuk segala jenis kayu sebagai bahan dasar furniture agar terlihat cantik dan juga terlihat alami. Namun jenis ini biasanya kurang bertahan lama dikarenakan mengikuti bagaimana kondisi penyimpanan furniture. Untuk menjadi suatu furniture yang indah tentu harus beberapa kali melakukan finishing ini. Ketika warna sudah terlihat kusam maka harus dilakukan lagi pernis tersebut. Harga pun relatif sangat terjangkau untuk jenis finishing ini karena bisa di aplikasikan oleh sendiri. Pengaplikasian finishing furniture ini sering digunakan untuk meja sofa, kursi dan meja makan.

4. Finishing Furniture Teak Oil

Finishing jenis ini adalah jenis yang paling mudah dari jenis finishing lain, sebab pengaplikasiannya pun relatif gampang dan bisa dikerjakan oleh sendiri. Finishing teak oil ini adalah pelapisan minyak kayu yang di aplikasikan pada furniture untuk menjaga kayu agar terhindar dari air yang biasanya menyerap di kayu. Jadi finishing ini melapisi kayu agar tidak mudah rusak dan keropos dari binatang-binatang kecil. Jenis minyak ini pun akan meresap ke dalam pori-pori kayu sehingga akan awet dan tidak akan ada celah untuk meresap air. Namun sama halnya dengan pernis, bila sudah terlihat kusam maka dilakukan pelapisan ulang, namun teak oil lebih tahan lama dibandingkan dengan pernis. Pengaplikasian finishing furniture ini sering digunakan untuk kusen, lemari, dan pintu kamar atau rumah.

5. Finishing Furniture Melamine

Finishing furniture menggunakan melamine adalah finishing dengan menggunakan sejenis top coat yang tentu tak asing di seluruh kalangan pengrajin furniture. Melamine dirancang khusus untuk membuat suatu furniture agar terlihat mengkilap, hasilnya pun tak kalah bagus dengan finishing lain yang lebih mahal sekalipun. Kilap yang dihasilkan oleh melamine ini bisa membuat pantulan diri kita seperti cermin saat melihat furniturenya. Cat melamine ini terbilang mahal karena hasil yang dihasilkan sangat bagus dan terjamin. Namun ada satu kelemahan yang di hasilkan oleh melamine ini yaitu tidak kuat terhadap panas, jadi hanya cocok untuk furniture yang di simpan di dalam rumah, seperti meja makan atau lemari. Namun kelebihannya tahan terhadap air. Pengaplikasian finishing furniture ini sering digunakan untuk meja makan, kitchenset, dan kursi sofa atau ruang tamu.

Itulah beberapa istilah dan jenis finishing furniture yang sering diaplikasikan pada furniture selama ini, semoga dapat membuat wawasan anda lebih terbuka dan bisa memberikan gambaran kedepan dalam memilih finishing jenis apa yang cocok untuk furniture di rumah anda sesuai dengan tema dan konsep desain interior impian anda.